Kamis, 30 September 2010

TUPAI

Tupai adalah segolongan mamalia kecil yang mirip, dan kerap dikelirukan, dengan bajing. Secara ilmiah, tupai tidak sama dan jauh kekerabatannya dari keluarga bajing. Tupai adalah pemangsa serangga, dan dahulu dimasukkan ke dalam bangsa Insectivora (pemakan serangga) bersama-sama dengan cerurut, sedangkan bajing dan bajing terbang termasuk bangsa Rodentia (hewan pengerat) bersama-sama dengan tikus.

Dalam bahasa Inggris, tupai disebut treeshrew, yang arti harfiahnya cerurut pohon (tree pohon, shrew cerurut) meskipun tidak semuanya hidup di pohon (arboreal).
Tupai memiliki otak yang relatif besar. Rasio besar otak berbanding besar tubuh pada tupai adalah yang terbesar pada makhluk hidup, bahkan mengalahkan manusia.

Tupai pernah dipisahkan dari cerurut dan tikus bulan yang tetap berada dalam bangsa Insectivora, dan dipindahkan ke dalam bangsa Primata yang beranggotakan kukang, singapuar, monyet dan kera. Pemindahan ini karena kemiripan internal tupai dengan bangsa monyet itu, sehingga dianggap sebagai golongan primata awal.

Namun menurut pendapat terbaru berdasarkan kajian kekerabatan molekuler (molecular phylogeny), kini tupai digolongkan tersendiri ke dalam bangsa Scandentia; yang bersama-sama dengan kubung tando (bangsa Dermoptera) dan bangsa Primata di atas, menyusun kelompok hewan yang disebut Euarchonta. Gambaran cabang-cabang kekerabatan tersebut adalah sebagai berikut:

Euarchontoglires
|--Glires
| |--hewan pengerat (Rodentia), termasuk bajing.
| |--kelinci dan terwelu (Lagomorpha)
\--Euarchonta
|--tupai (Scandentia)
\--N.N.
|--kubung tando (Dermoptera)
\--N.N.
|--Plesiadapiformes (telah punah)
\--primata (Primata)
Ragam jenis

Scandentia terdiri dari dua suku yakni Tupaiidae dan Ptilocercidae. Pendapat lain (misalnya Corbet dan Hill, 1992) menyebutkan bahwa bangsa ini terdiri dari suku tunggal Tupaiidae, dengan dua anak suku: Tupaiinae dan Ptilocercinae. Ptilocercidae berisikan satu marga dan satu spesies saja, yakni tupai ekor-sikat Ptilocercus lowii. Sedangkan Tupaiidae memiliki 4 marga dan 19 spesies.

Pulau Kalimantan (Borneo) kemungkinan merupakan pusat keragaman jenis-jenis tupai, mengingat sebelas (12 jika Palawan dimasukkan) dari 20 spesies tupai di dunia dijumpai di sana. Rincian jenis dan penyebarannya adalah sebagai berikut:

* ORDO SCANDENTIA
o Suku Tupaiidae
+ Genus Anathana
# Tupai madras (Anathana ellioti). Menyebar di anak benua India.
+ Genus Dendrogale
# Tupai ekor-kecil indochina (Dendrogale murina) Kamboja, Vietnam selatan, Thailand timur.
# Tupai ekor-kecil (Dendrogale melanura). Terbatas di Sarawak bagian utara.
+ Genus Tupaia
# Tupai indochina (Tupaia belangeri). Assam, Bangladesh, Burma, Tiongkok selatan, Thailand, Indochina, Hainan.
# Tupai mentawai (Tupaia chrysogaster). Kepulauan Mentawai.
# Tupai bergaris (Tupaia dorsalis). Borneo.
# Tupai akar (Tupaia glis). Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa dan Borneo.
# Tupai ramping (Tupaia gracilis). Borneo, Karimata, Bangka dan Belitung.
# Tupai kekes (Tupaia javanica). Sumatra, Nias, Jawa dan Bali.
# Tupai kaki-panjang (Tupaia longipes). Sarawak.
# Tupai kecil (Tupaia minor). Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo, dan beberapa pulau seperti Singkep dan Pulau Laut.
# Tupai kalamian (Tupaia moellendorffi). Pulau Calamian, Filipina.
# Tupai gunung (Tupaia montana). Terbatas di pegunungan di Sarawak.
# Tupai nikobar (Tupaia nicobarica). Terbatas di Kepulauan Nikobar.
# Tupai palawan (Tupaia palawanensis). Terbatas di Palawan, Filipina.
# Tupai tercat (Tupaia picta). Terbatas di Sarawak.
# Tupai indah (Tupaia splendidula). Borneo bagian selatan, Karimata, Natuna, dan Pulau Laut.
# Tupai tanah (Tupaia tana). Sumatra dan Borneo.
+ Genus Urogale
# Tupai mindanao (Urogale evereti). Terbatas di Mindanao dan pulau-pulau sekitarnya, Filipina.
o Suku Ptilocercidae
+ Genus Ptilocercus
# Tupai ekor-sikat, Ptilocercus lowii. Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan pulau-pulau di sekitarnya.

Senin, 27 September 2010

SEJARAH SYLVA


Sylva Indonesia merupakan organisasi kemahasiswaan yang mewadahi para mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia dalam mengaktualisasisakan dirinya untuk berkontribusi terhadap dunia kehutanan dalam mewujudkan tatanan hutan yang lestari masyarakat sejahtera.

Sylva Indonesia berbentuk ikatan yang menghimpun anggota Sylva yang berada di tiap-tiap fakultas, jurusan, atau program studi kehutanan atau disesuaikan sengan kondisi perguruan tinggi masing-masing.


Sylva Indonesia (SI) terbentuk pada tanggal 30 januari 1959 di Baturaden, Yogyakarta. Dimana pada saat itu SI hanya memiliki dua anggota yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan presidium pertama dari IPB. Pada tahun 1961, SI dipegang oleh UGM karena sebelumnya sudah ada perjanjian bahwa ketua presidium dipegang secara bergantian. Terjadi kondisi kevakuman SI pada periode kepengurusan kedua SI sehingga mengharuskan kongres III diadakan di Madiun pada tahun 1971, dan periode kepengurusan diserahkan ke IPB.

Pada tahun 1979, Fahutan Universitas Mulawarman (UNMUL) melakukan konsolidasi dengan IPB, UGM dan DIKTI. Hasil dari konsolidasi tersebut adalah, “Sebelum Konferensi dilaksanakan sebaiknya diadakan sidang pertemuan pendahuluan dengan biaya ditanggung dari pihak UNMUL”. Tahun 1980, Sidang pendahuluan SI diselenggarakan tanggal 1-3 Mei 1980 yang diprakarsai oleh Senat Mahasiswa UNMUL Samarinda. Dihadiri Tujuh dari Sembilan Senat Mahasiswa Kehutanan (SMK) seluruh Indonesia yaitu UNMUL, IPB, Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Cendrawasih (UNCEN), Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Akademi Ilmu Kehutanan (AIK). Keputusan pertemuan ini yaitu mengaktifkan kembali SI dengan melaksanakan Konferensi IV di Samarinda selambat-lambatnya Juni 1980.

Menindaklanjuti hasil pertemuan Sidang Pendahuluan yang diprakarsai oleh Senat Mahasiswa UNMUL, maka pada bulan Juni tahun yang sama Konferensi IV digelar di Samarinda, pada tanggal 16-19 Juni 1980 dengan dihadiri 9 SMK seluruh Indonesia yaitu UNMUL, IPB, UNTAN, UNCEN, UNLAM, UNHAS, AIK, UGM, Universitas Pattimura (UNPATTI) dengan tema “Dengan Kesatuan Jiwa, Pikiran, dan Tenaga Korp Rimbawan Indonesia Kita Capai Masyarakat Adil dan Makmur”. Adapun keputusan dari Konferensi IV ini, terpilih Sekertaris Jenderal (Sekjen) SI yang diberikan kepada Senat Mahasiswa UNHAS untuk yang pertama kali dengan konsensus bahwa Sekjen SI berikutnya dipilih pada setiap pelaksanaan Konferensi Sylva Indonesia.



Tahun 1998 - 2000 Sekjen SI dipegang oleh Saudara Yuyun dari UNTAN. Hasil kongres SI XII terpilih Saudara Robbi Royana dari UGM sebagai Sekjen SI Periode 2000 – 2002, dengan alasan Program Kerja Magang Taman Nasional di seluruh Indonesia. Sehingga periode kepengurusan Periode 2000 – 2002 harus berakhir pada tahun 2005 atau mundur selama tiga tahun. Memasuki peroide 2005-2007 Sekjen SI dipegang oleh Saudara Yusuf dari Universitas Sumatra Utara (USU) yang diangkat dari hasil kongres SI XIII. Namun selama kepengurusan tersebut di atas, kondisi SI pada saat itu mengalami stagnasi selama tiga tahun yang mengharuskan diadakannya Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia (KNLB SI) XIV di Medan, yang menunjuk Saudara Faridh AL-Muhayat Uhib H dari Universitas Lampung (UNILA) sebagai Sekjen SI dengan masa kepengurusan 2008-2010. Pada Tahun 2010, terjadi Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia (KNLB SI) XV di Lampung dikarenakan kurangnya quota Pengurus Cabang (PC.) yang pada awal Sidang dibuka dihadiri oleh 17 PC. Namun di tengah konferensi jumlah PC yang hadir adalah 21 PC dari seluruh Indonesia di tambah satu PC persiapan. Dalam konferensi ini saudara Erwin Darma dari Universitas Hasanuddin Makassar terpilih sebagai Sekjen SI dengan masa kepengurusan 2010-2012.

sumber : http://www.sylvaindonesia.tk/

Minggu, 19 September 2010

INFO UNTUK MAHASISWA ANGKATAN 2010

Salam Rimba
di informasikan kepada seluruh mahasiswa kehutan angkatan 2010,
bahwa akan diadakan kegiatan HUT SYLVA yang InsyaAllah akan diadakan pada hari minggu 27 September 2010 bertempat di Camp Arboretum SYLVA UNTAN
dengan ini kami mengundang saudara - saudara angkatan 2010 untuk menghadiri acara tersebut







DPM Iman

ANGREK HITAM



Klasifikasi
Kerajaan: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Orchidaceae
Genus : Coelogyne
Spesies : Coelogyne pandurata


Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek.

Karakteristik
Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.
Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa muda.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Anggrek_hitam

posting DPM Iman